Rabu, 11 Maret 2009

puisi islami

UKHUWAH YANG DIRINDUKAN.

Saudaraku,

Kapan kita kan kembali berjabat mesra

Bila kepongahan dan keangkuhan

Semakin hari kian menggila?

Bila nafsu untuk menguasai,

Menghancurkan dan merendahkan

Begitu menggebu dan kian rakusnya?

Saudaraku,

Kapan kita kan berpeluk sayang

Bila senyuman dan manisnya kata-katahanya fatamorgana?

Bila tangan lebih suka berkubang dalam kotoran

dan amisnya darah

Mencekik dan menyantap bangkai sesama dan menghalalkan segala cara?

Saudaraku,

Kapan musuh akan gemetar melihat kita

Bila kita masih terburai tak tahu bagiannya

Masing-masing berebut segala corak dan bentuk

berhala dunia?

Bila tujuan tak lagi mulia

Mengharap status dan kehormatan semata?

Saudaraku,

Lupakan segala kepongahan dan keangkuhan!

Kita berada bukan untuk apa-apa

hanya mengabdi kepadaNYA dengan menegakkan syariatNya!

Saudaraku,

Rangkul aku dalam mesramu

Jabat erat tanganku dengan segenap cintamu

Biarkan kita melebur dan menyatu

Hingga musuh tak lagi kuasa

Menyuntikkan nafsu yang meraja

Wahai Sang Penggenggam Alam Semesta

Hanya kepadaMU kami mengadu

Hanya Engkau yang Maha Perkasa

Hamba memohon yaitu

Satukan hati kami dalam ukhuwah

yang disinari oleh Iman dan islam

serta dinaungi oleh daulah islam

pesan: coba sekali lagi kita lihat dan renungi kembali apa arti hidup ini tanpa ukhuwah pasti akan terasa semu maka dari itulah marilah kita rentangkan tangan untuk berjabat dan merangkul mesra saudara-saudara kita dan membuang keangkuhan dan kesombongan dalam diri ini agar musuh-musuh islam gentar dalam melihat indahnya tali persaudaraan yang disatukan oleh kekasih sejati dan abadi kita ALLAH SWT, ana rasa ini cuma sedikit pesan yang ana ungkapkan dan kalau ada kata ana yang khilaf tolong dimaafkan.

wallahu a'lam bish shawab.

--------


TENTANG SAHABAT...

Aku bangga dapati dirimu seadanya..

kupikir, pantaslah dirimu kutemani

aku bahagia, sungguh ingin terurai kata...

KAULAH SAHABATKU....

bila hari-harimu berselimutkan duka

kudoakan Damai bagimu

bila hari-harimu tertimpa bahaya

kudoakan KASIH bagimu

bila hari-harimu berlarut ceria

kudoakan BAHAGIA bersamamu

selama matahari masih terbit dan tenggelam

selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya

selama panas dan hujan masih silih berganti

AKULAH SAHABATMU …..

bersama kita merangkai KARSA

bersama kita menyusun CERITA

bersama kita satukan ASA

berjalan terus bersama CINTA

bila mungkin adanya, kita kan bersama

selalu dan selamanya

dalam doa dan perjuangan dakwah......

terus bersama dan berjuang

karena tiada kemuliaan tanpa Islam

Created By : Saudaramu


Jika Hidup Tidak untuk Dakwah

Jika Hidup Tidak untuk Dakwah

Terus engkau mau ngapain?

Ente pergi pagi

Dengan semangat mencari duniawi

Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi

Agar harta buruan tidak beralih dari sisi

Ente pulang malam

Dengan jasad yang kelelahan

Nyampe di rumah mendekam sampai pagi datang

Lupakah engkau

Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari

Dan menjadi singa di siang hari

Sementara kamu

Tak peduli siang tak peduli malam

Yang penting dunia dalam genggaman

Sahabat cobalah engkau renungkan

Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang

Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang

Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu letih

Jujur saja, untuk urusan perutmu bukan

Buat beli martabak atau nasi

Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran

Jujur saja, untuk urusan rumah tempat kau tinggal bukan

Buat beli keramik, AC ataupun busa

Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan

Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang kau rindukan bukan

Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman

Dinikmati, menghilang dari pandangan

Jika engkau hidup hanya untuk itu semuanya

Maka harga dirimu

Nilainya sama dengan apa yang kamu makan

Nilainya sama dengan apa yang kamu keluarkan dari perut hitam

Nilainya sama dengan apa yang kamu rindukan

Karena jasadmu tak ubahnya tembolok karung

Tempat penyimpanan semua makan yang kamu makan

Karena jasadmu tak ubahnya perekat

Tempat semua kesenangan dunia melekat

Sepekan, setahun, sewindu kau bangun sejuta pundi uang

Engkau lupa bahwa kelak yang kau bangun itu pasti kau tinggalkan

Engkau lupa bahwa tempat tinggalmu sesudahnya adalah istana masa depan

Tapi sahabat

Jika engkau hidup untuk dakwah

Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan

Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan

Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang

Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah

Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan

Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan

Sahabat

Janganlah terlena dengan kesenangan fana

Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia

Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia

Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya

Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka

Dan mereka kekal di dalamnya

Sahabat

Jangan sia-siakan hidup di dunia

Bangun rumah dakwah

Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan dakwah

Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan dakwah

Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah

Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya

Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya

Jangan jadikan dakwah sebagai kegiatan sampingan

Jangan jadikan dakwah sebagai hiburan

Jangan jadikan dakwah sebagai ajang gaul sesama teman

Jangan jadikan dakwah sebagai pengisi waktu luang

Jangan jadikan dakwah sebagai sarana memburu uang

Karena kelak yang kau dapatkan adalah jahanam

Sebagai balasan atas kemusyrikan yang kau jalankan

Sahabat

Jadikan dakwah sebagai ruh kalian di dunia

Jadikan dakwah sebagai rumah tinggal kalian di dunia

Jadikan dakwah sebagai tugas utama kalian di dunia

Jadikan bahwa hanya dengan dakwah diri kalian begitu bahagia

Jadikan bahwa tanpa dakwah kalian begitu menderita

Sahabat

Jalan dakwah inilah yang membedakan kita

Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya

Dan jika engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan risalah-Nya Itu

artinya engkau pun sama dengan mereka

Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga

Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan

Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhmu bakal dicabut dari badan

Jika hidup tidak untuk dakwah

Trus ente mo ngapain?

Mau jadi ayam?

Yang pergi pagi pulang petang

Kurang petang tambahin nyampe tengah malam

Tapi masih mendingan ayam

Karena ia rutin bangun sebelum azan

Dan teriakkan lagu keindahan

Tapi kamu

Rutin subuh setengah delapan

Apalagi kalo akhir pekan

Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran

Tapi masih mendingan ayam

Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan

Tapi kamu

Elo embat semua yang ada di hadapan

Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam

Sementara kamu dikaruniai pikiran


DALAM 7 HARI YANG TELAH LALU DAN MUNGKIN AKAN TERULANG

Hari per-1, tahajudku tetinggal

Dan aku begitu sibuk akan duniaku

Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil

Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib

Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi

Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku

Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn

Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya

Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz

Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata

Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan

Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku

Sorenya aku datang keseletan Jakarta dengan niat mengaji

Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan

Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku

Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman

yg ada disamping kiri & kananku

Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai

Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa

Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku

Kupilih shaf paling belakang dan aku mengelu saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya

Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,

serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam

Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku

Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku

Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar

Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi

Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku

Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh

Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal

Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu

Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga

Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini

Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya

dan malam tadi dia dengan misscallnya mengingatkan aku tentang tahajud

kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?

Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan

Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

Dari hari ke hari, bulan dan tahun

Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah

Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta

Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku

Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku

Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah

Walaupun imanku belum seujung kuku hitam

Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa

Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas

Saat aku melipat sajadahku.....

Amin....





Tidak ada komentar:

Posting Komentar