Rabu, 13 Mei 2009

kepemimpinan

Kepemimpinan Dalam Islam
Pentingnya kepemimpinan diomongin adalah alasan tentang makna kepemimpinan tu sendiri. Sebagian orang mempersepsikan bahwa kepemimpinan itu adalah ‘kekuasaan-keuntungan’. Secara proposional kepemimpinan itu dimaknai sebagai suatu karakter yang bakal membawa masyarakat sampai pada tujuan yang telah disepakati bersama. Yang dapat mengartikulasikan n’ mengharmoniskan berbagai kepentingan yang ada di dalam masyarakat. Kepemimpinan dalam Islam pada dasarnya adalah prinsip kepercayaan. Seringkali merupakan sebuah kontrak yang mensyaratkan integritas n’ keadilan. Dalam Islam kepemimpinan bukan cuma milik segolongan elite. Tapi..menjadi suatu kewajiban buat setiap muslim. Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap dari kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu. (HR.Bukhari).
Setiap muslim pada setiap kesempatan dapat memilih pemimpin, kalo dia dalam keadaan berkelompok (dalam perjalanan, dalam aktivitas keseharian , dalam shalat dll). Pemilihan pemimpin merupakan suatu proses pemilihan (musyawarah) secara sukarela yang ngelibatin setiap anggota kelompok. Dalam proses ini secara implisit terlihat bahwa kepemimpinan merupakan sebuah proses dimana pemimpin berperan sebagai pemandu keinginan pengikutnya. Ini berarti seorang pemimpin ga bisa bertindak sendiri atau memaksakan suatu kehendak tanpa bermusyawarah dengan pengikutnya. Ada dua peran yang dimainkan oleh seorang pemimpin. Yang pertama adalah sebagai pelayan. Pemimpin adalah seorang pelayan buat pengikutnya. Dia mencari kesejahteraan buat pengikutnya. Yang kedua adalah pemandu. Pemimpin adalah pemandu yang ngasih arahan pada pengikutnya untuk nunjukkin jalan yang terbaik buat pengikutnya biar selamat sampai ditujuan.

Landasan Moral Dalam Kepemimpinan
Menurut Rafik Beekun n’ Jamal Hadawi (The Leadership Process In Islam, 1999). Dalam melakukan fungsinya sebagai pemimpin atau pengikut. Seorang muslim bakalan melewati empat tahapan proses didalam pembangunan spiritualnya. Keempat tahapan itu bakal mempengaruhi perilaku kepemimpinan.
Landasan pertama dari kepemimpinan Islam adalah Iman. Iman mengejawantah pada kepercayaan kepada Allah n’ kenabian Muhammad SAW. Pemimpin yang beriman selalu meyakini bahwa apa udh yang dimilikinya merupakan kepunyaan Allah, termasuk kekuasaan yang diamanatkan dari pengikutnya.
Landasan kedua adalah Islam. Islam berarti pencapaian kedamaian bersama Allah. Al Maududi (Gerakan Islam; Dinamika Nilai,Kekuasaan dan Perubahan, 191) mengatakan bahwa Iman adalah benih n’ Islam adalah buahnya. Karena iman tsb maka seorang pemimpin yang mempraktekkan Islam ga akn pernah merasa dirinya sebagai orang yang paling berkuasa. Seperti kisah surat Ali bin Abi Thalib kepada penguasa provinsiMesir Malik al Ashtar an Nukai; ”Malik jangan kamu lupa jika kamu adalah penguasa atasmu da Allah adalah penguasa tertinggi atas Khalifah.”
Landasan ketiga adalah Taqwa. Seorang yang tunduk kepada Allah punya kesadaran dalam hatinya buat selalu melakukan apa yang diperintahkan n’ menjauhi apa yang dilarang. Al Maududi mengatakan bahwa esensi taqwa terletak di dalam hati n’ pikiran bukan pada bentuk luar (jasmaniah). Ketika seorang dikatakan bertaqwa maka segala pola pikirnya, emosinya,n’ sikapnya merefleksikan ke-Islamannya.
Landasan keempat adalan Ihsan. Taqwa adalah takut akan Allah n’ selalu merasakan kehadiran-Nya. Sementara Ihsan adalah kecintaan kepada Allah. Kecintaan ini memotivasi seseorang untuk berbuatcuma pada tindakan yang terbaik semampu yang dia bisa.

Karakteristik Pemimpin Ideal
Jujur. Pemimpin Islam mestilah jujur sama dirinya sendiri n’ juga pengikutnya. Seorang pemimpin yang jujur bakal menjadi contoh yang terbaik (sejalan perkataan dengan perbuatan).
Kompeten. Seorang peimpin Islam mestilah orang yang punya kompetensi dalam bidangnya. Orang bakal mengikuti seseorang kalo dia benar-benar menyakini bahwa orang yang diikutinya benar-benar tahu apa yang sedang diperbuatnya.
Inspiratif. Seorang pengikut bakal merasakan ”aman” kalo pemimpinnya membawanya pada rasa nyaman n’ menimbulkan rasa optimis pada seburuk apapun situasi yang sedang dihadapi.
Sabar. Seorang pemimpin di dalam Islam mestilah sabar dalam menghadapi segala macam persoalan n’ keterbatasan n’ ga bertindak tergesa-gesa dalam ngambil keputusan.
Rendah Hati. Seorang pemimpin Islam mestilah punya sikap rendah hati. Ga suka menampakan kelebihannya n’ menjaga supaya ga merendahkan orang lain.
Musyawarah. Seorang pemimpin didalam Islam mestilah mencari jalan musyawarah buat setiap persoalan.

Pemimpin Yang Kredibel
Seorang sahabat Nabi SAW senior bernama Abu Dzar Al Ghifari r.a. suatu hari pernah berkata sama Rasulullah SAW : “berilah aku jabatan”.
Rasulullah menepuk pundak Abu Dzar trus bersabda : “Wahai Abu Dzar,.sesungguhnya anda adalah orang lemah dan sesungguhnya jabatan itu adalah amanat dan sesungunya pada hari kiamat akan menjadi sesalan dan kehinaan. Kecuali orang yang mengambil jabatan dengan hak dan melaksanakan yang menjadi kewajibannya dalam jabatannya (HR Muslim).
Dalam hadist di atas Rasulullah SAW ga memberikan jabatan sama Abu Dzar Al Ghifari r.a. dengan menyebut bahwa Abu Dzar adalah orang yang lemah. Jelas disini bahwa sifat lemah adalah faktor negatif buat seorang pemimpin. Oleh karena itu Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dalam kitab Peraturan Hidup dalam Islam menulis bahwa salah satu syarat yang mesti dipunyai oleh seorang khalifah sebagai pemimpin seluruh umat Islam adalah mempunyai kemampuan (qudrah). Tentnya supaya bisa mengemban segala tugas dan kewajiban yang ada dalam amanat jabatan tersebut.
Kekuatan Yang Gimana Yang Mesti Dimiliki??
Allah SWT udh ngasih pelajaran kpda kita bahwa Thalut yang Allah pilih Menjadi Raja BAni Israil adalah ornag yang dikasih kelebihan ilmu n’ fisik, bukan kelebihan harta kekayaan. Dia SWT berfirman :
Nabi mereka mengatakan kepada mereka : “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” Mereka menjawab : “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tida diberi kekayaan yang cukup banyak?” nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah Memilih rajamu dan menganugerahinya ilimu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. (QS> Al Baqarah:247).
Jelas pemimpin mesti punya tubuh yang sehat n’ kuat, ga pernah atau jarang sekali sakit. Karena…pemimpin yang sering sakit berarti akan sering udzur dari kewajibannya ngurusin umat. Karena…yang namanya ngurusin umat perlu memberikan perhatian n’ pengorbanan ekstra, sedangkan orang yang sakit perlu dikasih perhatian n’ diurus.
Ilmu yang luas juga mesti jadi keharusan buat seorang pemimpin sehingga dia punya wawasan yang luas. Dan dengan wawasan ilmu yang luas pemimpin bakaln mengetahui jalan-jalan kelua buat upaya menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi rakyatnya.
Dalam kitab Ar Rasul Al Qaaid, Mahmud Syeid Khatthab menulis bahwa salah satu faktor penyebab keberhasilan pasukan Islam dalam berbagai pertempuran yang dipimpin sama Rasulullah SAW, adalah kepemimpinan Beliau yang brilian sebagai seorang Panglima. Karakteristik kepemimpinan panglima secara global adalah: (1) Mampu ngasih keputusan secara tepat n’ benar; (2) Memiliki keberanian n’ kemampuan/tekad yang mantap; (3) Memiliki kesiapan memikul tanggugjawab tanpa keraguan; (4) Mengetahui prinsip-prinsip perang; (5) Memiliki emosi yamg stabil, ga gampang berubah dalam dua keadaan, menang atau kalah; (6) Mengetahi watak n’ tabiat serta kecenderungan n’ kemampuan bawahan; (7) Saling maruh kepercayaan antara dirinya dengan anggota pasukannya; (8) Memiliki kepribadian yang kuat n’ berpengaruh; n’ ada yang menambahkan sifat (9) Bersih n’ mulia masa lalunya.
Supaya bisa ngasih keputusan yang tepat n’ benar, maka seorang panglima mesrti punya daya fakir yag kuat n’ menguasai berbagai informasi tentang usuh n’ medan. Selama 13 tahun di Mekkah, Rasul yang membawa risalah siang n’ malam n’ ngebacainAlqur’an sama masyarakat Mekkah adalah pemimpin yang udh terasah dalam berbagai pergulatan pemikiran (as shira’al fikri) sehingga dengan bekal waktu n’ sifat fathonah beliau punya kemampuan daya fakir yang tinggi. Selain itu berbagai peperangan kecil, patroli, n’ berbagai pengintaian, serta musyawarah yang beliau lakukan dengan para ahli strategi n’ taktik perang sebelum perang Badar ngasih syarat yang cukup bagi beliau buat ceapat ngambil keputusan dengan benar sampai bisa memenangkan perang Badar Kubro. Berkaitan sama hal ini, Syaikh TaqiyuddinAn Nabhani mengatakan dalam suatu kitab, bahwa supaya bisa membawa umat n’ jamaahnya menjadi yang terdepan, pemimpin itu mesti punya kepribadian kepemimpinan yang secara mendasar mesti cerdas, juga perlu punya intuisi. N’ last but not least mesti punya kreativitas.
Selain hal-hal yang menjadi syarat kredibilitas di atas, tentu kita mesti punya pemimpin yang dicintai sama Allah. Yakni pemimpin yang mukmin n’ kuat. Karena…Rasulullah bersabda;” Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah”. Dan melaksanakan kewajibannya dengan dasar ketaqwaan kepada Allah SWT.
Karena…pemimpin yang taqwa punya kepekaan yang tinggi sama nasib umat. Umar bin Khattab contoh figur pemimpin yang kuat n’ dicintai Allah. Beliau punya badan yang besar, sehat, n’ kuat. Beliau sangat perhatian sama nasib rakyat. Ideologi Islam membinanya menjadi pemimpin yang kredibel. Menang secara duniawi, beruntung secara ukhrowi. Di bawah kepemimpinan beliau, umat Islam berhasil menaklukkan adidaya Persia n’ memukul mundur adidaya Rumawi dari berbagai wilayah yang mereka kuasai sampai lari ke Konstatinopel. Dalam situasi kemenangan n’ melimpah-ruahnya harta benda hasil rampasan perang, beliau tetap sebagai hamba Allah yang sederhana. Kapankah kepemimpinan Sang Khalifah Al Faruq ini kembali Wallahua’lam!
Demikianlah beberapa diantara karakter-karakter yang diperlukan didalam diri seorang pemimpin. Ditengah kegalauan umat sekarang ini,kita emang memerlukan pemimpin yang berjiwa Islam seperti yang udah disebutkan di atas. ALLAHUAKBAR!!!(>_<)

Rabu, 11 Maret 2009

Pacaran dalam Islam

Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?

Memiliki rasa cinta adalah fitrah

Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya...... dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe' akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.

Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.

Pacaran dalam perspektif islam

In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)

Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).

Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).

Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).

Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).

Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
Wallahu A'lam bish-Showab

puisi islami

UKHUWAH YANG DIRINDUKAN.

Saudaraku,

Kapan kita kan kembali berjabat mesra

Bila kepongahan dan keangkuhan

Semakin hari kian menggila?

Bila nafsu untuk menguasai,

Menghancurkan dan merendahkan

Begitu menggebu dan kian rakusnya?

Saudaraku,

Kapan kita kan berpeluk sayang

Bila senyuman dan manisnya kata-katahanya fatamorgana?

Bila tangan lebih suka berkubang dalam kotoran

dan amisnya darah

Mencekik dan menyantap bangkai sesama dan menghalalkan segala cara?

Saudaraku,

Kapan musuh akan gemetar melihat kita

Bila kita masih terburai tak tahu bagiannya

Masing-masing berebut segala corak dan bentuk

berhala dunia?

Bila tujuan tak lagi mulia

Mengharap status dan kehormatan semata?

Saudaraku,

Lupakan segala kepongahan dan keangkuhan!

Kita berada bukan untuk apa-apa

hanya mengabdi kepadaNYA dengan menegakkan syariatNya!

Saudaraku,

Rangkul aku dalam mesramu

Jabat erat tanganku dengan segenap cintamu

Biarkan kita melebur dan menyatu

Hingga musuh tak lagi kuasa

Menyuntikkan nafsu yang meraja

Wahai Sang Penggenggam Alam Semesta

Hanya kepadaMU kami mengadu

Hanya Engkau yang Maha Perkasa

Hamba memohon yaitu

Satukan hati kami dalam ukhuwah

yang disinari oleh Iman dan islam

serta dinaungi oleh daulah islam

pesan: coba sekali lagi kita lihat dan renungi kembali apa arti hidup ini tanpa ukhuwah pasti akan terasa semu maka dari itulah marilah kita rentangkan tangan untuk berjabat dan merangkul mesra saudara-saudara kita dan membuang keangkuhan dan kesombongan dalam diri ini agar musuh-musuh islam gentar dalam melihat indahnya tali persaudaraan yang disatukan oleh kekasih sejati dan abadi kita ALLAH SWT, ana rasa ini cuma sedikit pesan yang ana ungkapkan dan kalau ada kata ana yang khilaf tolong dimaafkan.

wallahu a'lam bish shawab.

--------


TENTANG SAHABAT...

Aku bangga dapati dirimu seadanya..

kupikir, pantaslah dirimu kutemani

aku bahagia, sungguh ingin terurai kata...

KAULAH SAHABATKU....

bila hari-harimu berselimutkan duka

kudoakan Damai bagimu

bila hari-harimu tertimpa bahaya

kudoakan KASIH bagimu

bila hari-harimu berlarut ceria

kudoakan BAHAGIA bersamamu

selama matahari masih terbit dan tenggelam

selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya

selama panas dan hujan masih silih berganti

AKULAH SAHABATMU …..

bersama kita merangkai KARSA

bersama kita menyusun CERITA

bersama kita satukan ASA

berjalan terus bersama CINTA

bila mungkin adanya, kita kan bersama

selalu dan selamanya

dalam doa dan perjuangan dakwah......

terus bersama dan berjuang

karena tiada kemuliaan tanpa Islam

Created By : Saudaramu


Jika Hidup Tidak untuk Dakwah

Jika Hidup Tidak untuk Dakwah

Terus engkau mau ngapain?

Ente pergi pagi

Dengan semangat mencari duniawi

Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi

Agar harta buruan tidak beralih dari sisi

Ente pulang malam

Dengan jasad yang kelelahan

Nyampe di rumah mendekam sampai pagi datang

Lupakah engkau

Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari

Dan menjadi singa di siang hari

Sementara kamu

Tak peduli siang tak peduli malam

Yang penting dunia dalam genggaman

Sahabat cobalah engkau renungkan

Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang

Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang

Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu letih

Jujur saja, untuk urusan perutmu bukan

Buat beli martabak atau nasi

Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran

Jujur saja, untuk urusan rumah tempat kau tinggal bukan

Buat beli keramik, AC ataupun busa

Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan

Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang kau rindukan bukan

Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman

Dinikmati, menghilang dari pandangan

Jika engkau hidup hanya untuk itu semuanya

Maka harga dirimu

Nilainya sama dengan apa yang kamu makan

Nilainya sama dengan apa yang kamu keluarkan dari perut hitam

Nilainya sama dengan apa yang kamu rindukan

Karena jasadmu tak ubahnya tembolok karung

Tempat penyimpanan semua makan yang kamu makan

Karena jasadmu tak ubahnya perekat

Tempat semua kesenangan dunia melekat

Sepekan, setahun, sewindu kau bangun sejuta pundi uang

Engkau lupa bahwa kelak yang kau bangun itu pasti kau tinggalkan

Engkau lupa bahwa tempat tinggalmu sesudahnya adalah istana masa depan

Tapi sahabat

Jika engkau hidup untuk dakwah

Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan

Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan

Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang

Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah

Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan

Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan

Sahabat

Janganlah terlena dengan kesenangan fana

Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia

Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia

Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya

Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka

Dan mereka kekal di dalamnya

Sahabat

Jangan sia-siakan hidup di dunia

Bangun rumah dakwah

Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan dakwah

Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan dakwah

Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah

Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya

Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya

Jangan jadikan dakwah sebagai kegiatan sampingan

Jangan jadikan dakwah sebagai hiburan

Jangan jadikan dakwah sebagai ajang gaul sesama teman

Jangan jadikan dakwah sebagai pengisi waktu luang

Jangan jadikan dakwah sebagai sarana memburu uang

Karena kelak yang kau dapatkan adalah jahanam

Sebagai balasan atas kemusyrikan yang kau jalankan

Sahabat

Jadikan dakwah sebagai ruh kalian di dunia

Jadikan dakwah sebagai rumah tinggal kalian di dunia

Jadikan dakwah sebagai tugas utama kalian di dunia

Jadikan bahwa hanya dengan dakwah diri kalian begitu bahagia

Jadikan bahwa tanpa dakwah kalian begitu menderita

Sahabat

Jalan dakwah inilah yang membedakan kita

Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya

Dan jika engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan risalah-Nya Itu

artinya engkau pun sama dengan mereka

Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga

Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan

Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhmu bakal dicabut dari badan

Jika hidup tidak untuk dakwah

Trus ente mo ngapain?

Mau jadi ayam?

Yang pergi pagi pulang petang

Kurang petang tambahin nyampe tengah malam

Tapi masih mendingan ayam

Karena ia rutin bangun sebelum azan

Dan teriakkan lagu keindahan

Tapi kamu

Rutin subuh setengah delapan

Apalagi kalo akhir pekan

Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran

Tapi masih mendingan ayam

Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan

Tapi kamu

Elo embat semua yang ada di hadapan

Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam

Sementara kamu dikaruniai pikiran


DALAM 7 HARI YANG TELAH LALU DAN MUNGKIN AKAN TERULANG

Hari per-1, tahajudku tetinggal

Dan aku begitu sibuk akan duniaku

Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil

Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib

Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi

Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku

Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn

Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya

Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz

Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata

Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan

Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku

Sorenya aku datang keseletan Jakarta dengan niat mengaji

Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan

Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku

Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman

yg ada disamping kiri & kananku

Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai

Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa

Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku

Kupilih shaf paling belakang dan aku mengelu saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya

Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,

serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam

Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku

Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku

Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar

Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi

Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku

Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh

Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal

Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu

Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga

Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini

Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya

dan malam tadi dia dengan misscallnya mengingatkan aku tentang tahajud

kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?

Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan

Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

Dari hari ke hari, bulan dan tahun

Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah

Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta

Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku

Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku

Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah

Walaupun imanku belum seujung kuku hitam

Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa

Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas

Saat aku melipat sajadahku.....

Amin....